Festival Salju Sapporo Dimulai
hq720 (1)

Image by Google.com

Festival Salju Sapporo yang diadakan setiap tahun di kota terbesar Hokkaido memulai rangkaian acaranya pada tanggal 4 Februari dan akan berlangsung selama seminggu hingga 11 Februari. Festival ini menampilkan berbagai patung es dan salju, atraksi, serta beragam makanan yang menghibur pengunjung di tiga lokasi utama. Setiap tahunnya, festival ini menjadi daya tarik besar bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati keindahan kreasi seni dari salju dan es di tengah cuaca dingin Hokkaido. Salah satu lokasi utama festival adalah Taman Odori di pusat kota Sapporo. Di sini, warga mulai berpartisipasi sejak akhir Januari untuk membuat patung-patung salju yang menakjubkan. Taman Odori terhampar sepanjang 1,5 kilometer, di sepanjang rute utama ini pengunjung bisa melihat berbagai patung berukuran besar dan kecil, mulai dari tokoh olahraga, karakter anime, hingga bangunan ikonik yang menggambarkan berbagai tema. Selain pameran patung, Taman Odori juga menjadi tempat beberapa konser musik dan acara, di mana patung-patung salju tersebut sering dijadikan panggung pertunjukan.

c100-022-sjpg_2023-08-02-04-18-36

Image by Google.com

Panitia pelaksana festival mencatat bahwa sekitar 200 patung es dan salju akan dipamerkan dalam acara tahun ini, dengan 80 di antaranya merupakan karya patung salju buatan warga. Salah satu patung yang menarik perhatian adalah patung Haruka Kitaguchi, atlet Jepang yang memenangkan medali emas dalam nomor lempar lembing putri di Olimpiade Paris tahun lalu. Patung ini menjadi salah satu simbol prestasi olahraga Jepang yang dipamerkan dalam festival tersebut. Di balik keindahan patung-patung salju, ada cerita menarik dari para pengrajin lokal. Salah satunya adalah Atsushi Igarashi, seorang eksekutif perusahaan dari Sapporo, yang bersama teman-temannya memahat patung beruang yabee, maskot ciptaannya yang terkenal dengan dialek Hokkaido. Tahun lalu, patung beruang yabee karya mereka menempati posisi kedua dalam pemungutan suara favorit pengunjung. "Tahun ini, saya ingin meraih penghargaan tertinggi," ungkap Igarashi dengan penuh semangat, mengharapkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

image-136-1024x614

Image by Google.com

Festival Salju Sapporo yang sudah dimulai sejak tahun 1950 ini awalnya hanya berlangsung satu hari dengan enam patung salju yang dibuat oleh siswa sekolah menengah pertama dan atas di Taman Odori. Namun, kini festival ini telah berkembang pesat, menarik lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahunnya pada tahun-tahun biasa. Selain Taman Odori, dua lokasi lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Susukino, distrik hiburan malam terbesar di Sapporo yang menampilkan patung-patung es, serta Tsudome, yang menawarkan beragam permainan salju untuk keluarga dan anak-anak. Proses pembuatan patung-patung salju dalam festival ini sangatlah rumit dan melibatkan banyak tenaga. Menurut informasi dari situs resmi Festival Salju Sapporo, sekitar 600 truk berisi salju harus diangkut untuk membuat satu patung salju berukuran besar. Proses pembuatan meliputi pengumpulan salju bersih, pemasangan perancah, penumpukan salju dengan mesin berat, pemotongan kasar, ukiran mendetail, hingga sentuhan akhir yang menyempurnakan setiap patung. Selain itu, festival ini juga menyelenggarakan kontes internasional untuk patung salju, yang sudah digelar sejak 1974. Dalam kontes ini, para peserta dari sembilan negara dan wilayah berlomba membuat patung salju terbaik, yang akan dinilai oleh juri pada tanggal 7 Februari.