Bulan April telah tiba, menandai awal tahun ajaran baru dan juga dimulainya karier bagi banyak pemuda yang baru saja bergabung dengan dunia kerja. Namun, di tengah kegembiraan itu, terdengar suara-suara yang mengejutkan di dunia maya. Banyak pemuda karyawan baru yang memilih resign dari pekerjaannya.
"Saya baru saja mengajukan surat pengunduran diri kemarin."
"Besok aku akan mencari kesempatan kerja baru."
Suara-suara ini bukanlah dari veteran pekerja, melainkan dari para karyawan baru yang baru-baru ini bergabung dengan perusahaan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi di awal tahun ini? Pesan-pesan ini berasal dari platform media sosial X, yang dulunya dikenal sebagai Twitter, dan banyak di antaranya adalah dari mereka yang baru saja lulus dari sekolah atau universitas pada tahun ini.
Namun, bukan hanya suara-suara pengunduran diri yang terdengar. Ada juga orang-orang yang merasa ragu-ragu tentang pekerjaannya, atau yang sudah memutuskan untuk resign "pada waktu yang tepat". Di tengah polemik ini, istilah "pengunduran diri melalui agen" menjadi populer di X. Ini mengacu pada layanan agen yang membantu menyelesaikan prosedur pengunduran diri bagi karyawan yang ingin meninggalkan perusahaan.
Apa yang menjadi alasan di balik gelombang pengunduran diri ini? Para agen pengunduran diri mengungkapkan beberapa alasan yang paling umum, mulai dari perbedaan antara deskripsi pekerjaan yang dijanjikan dengan kenyataan yang ada, hingga pengalaman pelecehan atau tekanan di tempat kerja yang baru saja mereka masuki.
Menanggapi situasi ini, perwakilan dari layanan pengunduran diri, "Momory", mengatakan bahwa sementara bertahan di satu tempat merupakan hal penting, ada juga keuntungan untuk segera mencari yang baru jika situasinya tidak sesuai. Mereka melihat banyak klien mereka menghubungi mereka beberapa waktu setelah pengunduran diri dengan pernyataan bahwa mereka merasa lega telah meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan kini hidup dengan lebih bahagia. Meskipun keputusan untuk resignasi mungkin tampak drastis bagi beberapa orang, situasi ini menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan mental di tempat kerja dan fleksibilitas dalam memilih jalan karier yang sesuai.
Namun, apa yang sebenarnya menyebabkan lonjakan pengunduran diri ini? Para ahli menunjukkan bahwa kekurangan tenaga kerja yang berkelanjutan di banyak industri adalah salah satu faktornya. Dalam situasi di mana pekerjaan baru mudah ditemukan setelah keluar, lebih banyak orang cenderung untuk mengambil langkah tersebut jika mereka merasa situasinya tidak sesuai. Namun, di sisi lain, perusahaan juga dituntut untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung, baik dalam hal pengembangan karyawan maupun penghargaan terhadap karyawan sebagai individu. Perubahan dalam prioritas dan nilai-nilai generasi muda juga mempengaruhi cara mereka memandang karier dan pekerjaan.
Dengan lonjakan pengunduran diri yang terjadi, baik pemuda maupun perusahaan dihadapkan pada tantangan baru dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dalam dunia kerja.

Banyak karyawan baru lulusan 2024 yang baru masuk kerja memilih resign
Image by Wako Megumi (Getty Image)